Jumat, 20 Januari 2017

                       PAKAIAN ADAT JAWA BARAT

         Hai teman-teman di blog kali ini kita akan membahas tentang "Pakaian Adat Provinsi Jawa Barat". Di zaman sekarang pakaian adat sudah mulai jarang diapakai lagi, benar kan? kalian juga pasti juga jarang menggunakain pakaian adat sunda ini. Budaya Indonesia ini yang seharusnya di lestarikan oleh bangsa Indonesia malah terlupakan oleh bangsanya sendiri.Sehingga di blog kali ini kita akan membahasnya, agar kalian dapat lebih mengenal tentang salah satu pakaisan adat daerah di Indonesia ini.



           Pakaian khas suku sunda yang sering kita kenal yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.


Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.


Pakaian adat jawa barat di bagi menjadi beberapa golongan, seperti pakaian rakyat biasa, pakaian golongan menengah, dan pakaian adat bangsawan yang hanya dikenakan oleh kaum bangsawan. Berikut ini merupakan info pakaian adat tradisional Jawa Barat yang menjadi kekayaan budaya Indonesia



Provinsi Jawa Barat yang ibukota Provinsi nya terletak di Bandung mempunyai beberapa suku, diantaranya Suku Sunda sebagai suku mayoritas dan suku Badui yang dibedakan menjadi Suku Badui Dalam dan Suku Badui Luar. Beikut ini adalah informasi penting mengenai pakaian adat Jawa Barat untuk pria dan wanita : 



PAKAIAN ADAT PRIA JAWA BARAT :

Ø  Terdiri dari baju jas dengan kerah menutup leher yang biasa disebut
dengan jas takwa.  

Ø  Kain batik atau lebih dikenal dengan nama kain dodot dengan motif
bebas.

Ø  Celana panjang yang sewarna dengan jas takwa

Ø  Penutup kepala / bendo

Ø  Kalung

Ø  Sebilah keris yang terselip di belakang pinggang

Ø  Alas kaki atau selop 

Ø  Rantai kuku macan atau jam rantai sebagai hiasan jas takwa


PAKAIAN ADAT  WANITA JAWA BARAT

Ø  Baju kebaya motif polos dengan hiasan sulam atau manik-manik  

Ø  Kain batik atau disebut juga kain kebat dilepe

Ø  Ikat pinggang, biasa disebut beubeur yang fungsinya untuk mengancangkan kain kebat dilepe

Ø  Selendang, biasa disebut karembong yang berfungsi sebagai pemanis. 

Ø  Beberapa hiasan kembang goyang yang menghiasi bagian atas kepala serta rangkaian bunga melati yang menghiasi sanggul rambut

Ø  Kalung

Ø  Alas kaki / selop yang warnanya sama dengan warna kebaya 



Berdasarkan penggunaannya juga pakaian adat Jawa Barat dapat dikelompokkan sebagai pakaian adat kaum bangsawan, pakaian adat golongan menengah, pakaian adat rakyat biasa, pakaian mojang dan jajaka, serta pakaian adat pernikahan.


           1. Pakaian Bangsawan/Menak

 Pakaian Adat Jawa Barat (Sunda)
Pakaian yang dikenakan oleh kaum bangsawan pria terdiri dari jas berbahan beludru dan celana panjang bahan beludru warna hitam yang dihiasi sulaman benang emas, kain dodot motif rereng parang rusak, sabuk, bendo dengan motif yang sama dengan dodot sebagai tutup kepala, serta alas kaki berupa sepatu atau selop hitam. Bisa juga mengenakan jas tutup warna hitam, kain kebat batik motif rereng, tutup kepala motif rereng, sabuk, jam rantai sebagai hiasan baju.

Sementara pakaian yang dikenakan oleh kaum bangsawan wanita yakni berupa kebaya beludru warna hitam yang dihiasi dengan sulaman benang emas, kain kebat motif rereng, serta alas kaki berupa sepatu atau selop beludru yang dihiasi dengan manik-manik atau sulaman emas. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan perhiasan dari emas yang bertahtakan berlian yaitu berupa giwang, gelang keroncong, cincin, kalung, peniti rantai, bros dan tusuk konde.


            2. Pakaian Kaum Menengah

 Pakaian Adat Jawa Barat (Sunda)
Pakaian yang diperuntukkan bagi kaum pria dari golongan menengah terdiri dari baju bedahan putih, kain kebat batik, sabuk dan ikat kepala, alas kaki sandal tarumpah, serta arloji berantai emas yang digantung disaku baju. Sementara untuk kaum wanita menggunakan kain kebat batik sebatas mata kaki, beubeur, kebaya beraneka warna, selendang berwarna, serta alas kaki berupa selop atau kelom geulis. Sebagai pelengkap ditambahkan pula pemakaian giwang, kalung, gelang dan cincin yang terbuat dari emas atau perak

           3. Pakaian Rakyat Biasa

 Baju adat sunda - Jawa Barat
Kaum pria dari golongan rakyat biasa umumnya mengenakan celana komprang/pangsi yang dilengkapi dengan sabuk, baju kurung, ikat kepala dan memakai kain sarung poleng yang diselempangkan dari bahu kanan kearah pinggang sebelah kiri atau sebaliknya serta alas kaki berupa sandal tarumpah sebagai pelengkapnya. Sementara untuk kaum wanita menggunakan kain batik panjang, ikat pinggang, kutang (kamisol), baju kebaya dan selendang batik serta perhiasan berupa  gelang akar bahar, suweng pelenis, cincin polos dari perak yang disepuh emas dan alas kaki berupa sendal jepit/sendal keteplek.


       4. Pakaian Mojang dan Jajaka

        Pakaian Adat Jawa Barat
Pakaian yang digunakan ole pria atau jajaka Jawa Barat biasanya berupa jas tutup atau jas takwa dengan warna bebas, celana panjang, kain dodot motif bebas, bendo sebagai penutup kepala, alas kaki berupa sepatu atau selop dan rantai kuku macan serta jam rantai sebagai hiasan pada jas tutup. Sementara pakaian yang digunakan untuk wanita atau mojang Jawa Barat yaitu berupa kebaya polos dihiasi sulaman atau manik-manik, kain kebat dilepe, kutang (kamisol), beubeur (ikat pinggang) untuk mengencangkan kain, alas kaki memakai selop yang sewarna dengan kebaya, karembong (selendang) sebagai pemanis. Sebagai pelengkap rambut disanggul rapi memakai hiasan bunga dan tusuk konde, perhiasan gelang kalung, cincin, dan bros.

          5. Pakaian Pengantin Sukapura

          Pakaian Adat Jawa Barat
Pengantin pria Sukapura menggunakan kain rereng, baju jas tutup warna putih dengan ikat pingga warna putih, tutup kepala bendo motif rereng, dan selop warna putih. Ditambah pula perhiasan berupa kalung bunga berukuran panjang dan memakai keris. Untuk pengantin wanita mengenakan kebaya brukat putih dengan memakai ikat pinggang atau benten warna emas, kain rereng eneng, dan selop warna putih. Sebagai pelengkap ditambahkan pula perhiasan berupa gelang, kalung panjang, bros, giwang, cincin, serta kilat bahu dibagian lengan. Tatanan rambutnya disanggul memakai siger subadra, tujuh buah kembang goyang, dan untaian bunga sedap malam.


           6. Pakaian Pengantin Cirebon

            Pakaian Adat Jawa Barat
Pakaian pengantin pria cirebon yakni berupa baju oblong warna krem yang dilengkapi terataian, celana panjang beludru warna hijau, kain dodot batik cirebonan, ikat pinggang, keris, kilat bahu.dan gelang kono. Dibagian kepala dihiasi menggunakan mahkota Prabu Kresna, sementara alas kakinya memakai selop warna hijau dengan perhiasan gelang kono dan gelang kaki. Untuk mempelai wanita menggunakan kemben beludru warna hijau, terataian, kain batik cirebonan, pending dan selop warna hijau. Memakai siger mahkota suri, untaian melati bawang sebungkus, kalung tiga susun, kilat bahu dan gelang kono.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar